Sebagian orang masih asing dengan istilah diecast. Tapi bagi mereka yang hobi bermain atau mengoleksi mainan, istilah ini sudah sangat akrab. Ya, diecast merupakan mainan, yang terkenal berupa mobil dengan berbagai macam ukuran. Sebutan diecast disematkan pada mainan mobil tersebut karena bahannya yang terbuat dari besi dan campuran bahan lain.
Penggemar mainan ini tidak hanya anak – anak. Banyak orang dewasa yang juga menggemarinya. Mereka juga eksis di berbagai kegiatan nyata. Misalnya menyelenggarakan Indonesia Diecast Expo (IDE) pada 3-4 November 2018 di Tangerang. Di Jawa Timur, para penggemar diecast juga menggelar kopi darat di Istana Gebang Blitar, Minggu (4/11).
Umumnya, model diecast merujuk pada bentuk dan detail dari berbagai macam produk mobil yang beredar di pasaran global. Hal itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor maupun bagi para penghobi miniatur mobil tersebut. “Bentuk dan detail modelnya sama dengan mobil nyata,” ujar Prahasta, penghobi diecast asal Kabupaten Tulungagung.
Mulai dari anak – anak hingga orang dewasa, banyak yang menyukai mainan mobil tersebut. Biasanya, para penghobi memainkan diecast untuk beradu kecepatan dan sebagai model dalam toys photography. Sedangkan para kolektor diecast, mereka lebih mengutamakan bentuk yang unik serta model klasik berdasarkan tahun keluaran mobilnya.
Diecast sendiri mempunyai banyak ukuran yang biasanya diukur dengan perbandingan skala. Mulai dari skala 1:87, 1:64, hingga 1:10. Semakin besar perbandingan angkanya, maka ukuran diecast akan semakin kecil.
Harganyapun bervariiasi, mulai dari Rp 20 ribu hingga mencapai puluhan juta rupiah. Yang pasti, tak ada patokan pakem tentang harga diecast itu sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai kelangkaan, bentuk mobil, hingga asal negara asal produksinya.
Penggemar mainan ini tidak hanya anak – anak. Banyak orang dewasa yang juga menggemarinya. Mereka juga eksis di berbagai kegiatan nyata. Misalnya menyelenggarakan Indonesia Diecast Expo (IDE) pada 3-4 November 2018 di Tangerang. Di Jawa Timur, para penggemar diecast juga menggelar kopi darat di Istana Gebang Blitar, Minggu (4/11).
Umumnya, model diecast merujuk pada bentuk dan detail dari berbagai macam produk mobil yang beredar di pasaran global. Hal itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor maupun bagi para penghobi miniatur mobil tersebut. “Bentuk dan detail modelnya sama dengan mobil nyata,” ujar Prahasta, penghobi diecast asal Kabupaten Tulungagung.
Mulai dari anak – anak hingga orang dewasa, banyak yang menyukai mainan mobil tersebut. Biasanya, para penghobi memainkan diecast untuk beradu kecepatan dan sebagai model dalam toys photography. Sedangkan para kolektor diecast, mereka lebih mengutamakan bentuk yang unik serta model klasik berdasarkan tahun keluaran mobilnya.
Diecast sendiri mempunyai banyak ukuran yang biasanya diukur dengan perbandingan skala. Mulai dari skala 1:87, 1:64, hingga 1:10. Semakin besar perbandingan angkanya, maka ukuran diecast akan semakin kecil.
Harganyapun bervariiasi, mulai dari Rp 20 ribu hingga mencapai puluhan juta rupiah. Yang pasti, tak ada patokan pakem tentang harga diecast itu sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai kelangkaan, bentuk mobil, hingga asal negara asal produksinya.
Beberapa merek diecastyang terkenal antara lain, hot wheels, kinsmart, M2, greenlight, welly, apollo, maisto, dan masih banyak merek terkenal lainnya.

Komentar
Posting Komentar